Ukraina Timur di Guncang Serangan Baru Ukraina Timur di Guncang Serangan Baru Pertempuran sengit pecah di Donetsk, Ukraina tim... Read more
Unjuk Rasa Tuntut Kepala Eksekutif Hong Kong Mundur Unjuk Rasa Tuntut Kepala Eksekutif Hong Kong Mundur Para demonstran pro-demokrasi terus berdatangan ... Read more
Ukraina Tuduh Separatis Pro-Rusia Serang Permukiman Ukraina Tuduh Separatis Pro-Rusia Serang Permukiman Juru bicara militer Ukraina hari Senin (15/9) me... Read more
Polisi di Ferguson, AS  Digugat $40 Juta Polisi di Ferguson, AS Digugat $40 Juta Petugas kepolisian di Ferguson, negara bagian Mi... Read more
Presiden Obama Kecam Buruknya Perawatan Kesehatan Veteran AS Presiden Obama Kecam Buruknya Perawatan Kesehatan Veteran AS Presiden AS Barack Obama menyebut perlakuan buru... Read more
Cetak
PDF

Jeffrie Geovanie: Memprediksi PDIP Bakal Mengusung Jokowi

Oleh Hendarman on .

 Jeffrie Geovanie|Republika|Yasin Habib Jeffrie Geovanie|Republika|Yasin Habib

JAKARTA -- Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jeffrie Geovanie, mengatakan Pemilu 2014 merupakan momentum terjadinya peralihan generasi.

''Dan faktanya, saat ini hanya PDIP dan demokrat, partai yang memberikan ruang yang luas untuk munculnya pemimpin muda di 2014 yang akan datang,'' ujar Jeffrie, Ahad (16/6).

Saat ditanya soal kemungkinan PDIP dan Demokrat membangun koalisi di 2014, Jeffrie menuturkan, masih terlalu pagi bagi kedua partai itu untuk membangun koalisi.

''Biarkan saja berjalan natural. Biarkan juga Megawati meneruskan tradisi positif baru di PDIP, agar makin banyak lahir pemimpin-pemimpin muda seperti Jokowi dan Ganjar Pranowo. Biarkan juga SBY menyiapkan dan menjalankan konvensi capres di partai demokrat, agar lahir pemimpin-pemimpin muda baru seperti Gita Wiryawan dan Mahfud MD,'' ungkapnya.

Jefrrie juga menilai sah-sah saja bila muncul pendapat yang mengatakan bahwa semakin mustahil rekonsiliasi PDIP dan Demokrat karena wafatnya Taufiq Kiemas.

''Kenegerawanan Megawati dan SBY juga kebesaran hati mereka berdua yang sama-sama tulus menyiapkan pemimpin muda di 2014 ini yang justru menjadi modalitas kedua partai tersebut berkoalisi, kita lihat saja, tidak lama lagi.'' tutur Jeffrie.

Ia menambahkan, saat ini juga belum waktunya untuk membicarakan siapa yang  menjadi capres dan siapa yang cawapres jika PDIP dan Demokrat berkoalisi.

''Cara yang elegan adalah dengan melihat hasil Pemilu 2014, kalau PDIP mengungguli Demokrat sangat wajar capresnya dari PDIP dan cawapresnya dari Demokrat, begitu pun sebaliknya,'' Kata Jeffrie.

Jeffrie memprediksi PDIP bakal mengusung Jokowi, mengingat melesatnya elektabilitasnya yang begitu moncer dalam tiga bulan terakhir ini. ''Kalau dari Demokrat dugaan saya masih terpecah pada tiga figur, Gita Wiryawan, Mahfud MD dan Marzuki Ali,'' katanya.

Peneliti pada Maarif Institute, Endang Tirtana menambahkan,sSejauh ini, hanya PDIP dan Demokrat saja yang terlihat mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi Pemilu 2014.

Ditambah lagi, kata dia, kedua partai itu begitu terbuka dalam menerima kelompok muda. ''Hal itu menyebabkan partai ini meningkat popularitasnya di mata pemilih,'' ucap Endang.

Lalu akankah DPDI tetap akan mengusung anak muda sepeninggal Taufiq Kiemas? Endang menegaskan, hal itu harus dijawab dengan aksi kongkret oleh PDIP.

Menurut Endang, saat ini ada 70 persen kelompok usia produktif (18-40tahun) yang menjadi potensi pemilih. 'Saya kira jika kandidat yang maju adalah kelompok muda, maka mereka bisa menjadi corong aspirasi yang tepat.
Ini semacam "testing theory of presence", melakukan tes atas teori kehadiran/representasi.''

Representasi kelompok muda ini, kata dia,  menjadi penting baik bagi elektabilitas partai,maupun bagi keberlangsungan partai itu sendiri.

Sumber : Republika.co.id

Redaktur : Heri Ruslan

 

Add comment